Ketika Gangguan Pencernaan Pada Anak Mulai Mengkhawatirkan

gangguan pencernaan pada anak
www.friso.co.id
gangguan pencernaan pada anak
www.friso.co.id

Apa yang ibu pikirkan jika mendengar gangguan perncernaan pada anak? Kebanyakan ibu akan mengingat dua hal, yaitu diare dan konstipasi. Dan mereka menganggap dua hal tersebut bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Pada kenyataannya, ada kondisi di mana gangguan tersebut bisa sangat mengkhawatirkan.

Khususnya diare. Banyak balita yang sepertinya mengalami diare berkala. Jadi, sudah bisa dipastikan balita mengalami diare setidaknya satu kali dalam satu bulan. Ini tentu hal yang mengkhawatirkan.

Untuk itu, ibu perlu tahu apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi dan bahkan menghindari gangguan pencernaan pada anak balita.

Ciri-Ciri Gangguan Pencernaan Yang Serius

Entah itu diare atau konstipasi, keduanya bisa menjadi masalah kesehatan yang serius jika:

  • Sering Terjadi

Mungkin ibu harus melihat apa yang ibu lakukan, menu makanan apa yang ibu berikan, dan bagaimana kondisi lingkungan rumah ketika balita ibu sering mengalami gangguan pencernaan.

  • Terjadi Dalam Waktu Yang Lama

Diare dan konstipasi tidak perlu dikhawatirkan jika baru terjadi 1-3 hari. Ibu pantas merasakan kekhawatiran jika si kecil mengalami gangguan pencernaan lebih dari 3 hari. Lakukan langkah yang tepat dan segera ke dokter anak jika gangguan pencernaan tersebut terus terjadi hingga 1 minggu.

  • Badan Lemas

Diare sering menyebabkan badan balita lemas. Hal ini disebabkan si kecil kehabisan cairan yang kebanyakan dikeluarkan melalui feses. Saat balita terlihat lemas, pucat, dan tidak bersemangat seperti biasa, maka itu pertanda bawasannya gangguan pencernaan pada anak ibu sudah harus mendapatkan penangangan yang lebih serius.

  • Berat Badan Tidak Bertambah

Wajarnya, balita mengalami kenaikan berat badan. Kenaikannya pun ada standarnya. Namun, jika balita ibu mengalami diare atau konstipasi yang berakibat pada berat badan yang tidak bertambah dan bahkan menurun, maka ibu harus berhati-hati. Ini merupakan gangguan pada pencernaan anak yang perlu penanganan khusus.

Apakah balita ibu mengalami masalah pencernaan hingga mengakibatkan hal tersebut di atas?

Penyebab Gangguan Pencernaan Anak

Ibu pasti tahu jika gangguan pencernaan lebih banyak disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaiaman bisa bakteri atau virus tersebut bisa masuk ke dalam sistem pencernaan?

Kemungkinan terbesar adalah bawasannya bakteri dan virus masuk melalui makanan yang tidak bersih dan tidak higienis. Mungkin ibu sudah yakin jika makanan yang ibu berikan merupakan makanan yang bersih dan higienis. Hal ini disebabkan ibu sendiri yang memilih bahan makanan dan yang memasak makanan tersebut.

Namun, apakah ibu yakin jika peralatan yang ibu gunakan bersih dan higienis? Bagaimana dengan alat makan yang digunakan oleh si kecil? Apakah alat makan tersebut juga sudah higienis? Ini yang terkadang luput dari perhatian orang tua.

Ibu sebaiknya membersihkan peralatan masak dan juga alat makan si kecil dengan benar-benar higienis. Sebaiknya ibu gunakan sabun yang mengandung anti-bacterial agent. Ibu harus tahu tubuh balita dengan tubuh orang dewasa itu berbeda. Tubuh balita mudah sakit karena serangan bakteri. Walhasil, gangguan pencernaan anak pun mudah terjadi. Sementara itu, tubuh orang dewasa mampu menahan serangan-serangan bakteri yang masuk ke dalam sistem pencernaan sehingga orang dewasa tidak mudah sakit.

Selain itu, penyebab gangguan pencernaan yang dialami oleh anak lainnya adalah susu. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Mungkin ibu sudah memilihkan susu balita terbaik. Akan tetapi, apakah ibu yakin susu yang ibu beli benar-benar bebas dari kontaminasi?

Mulai sekarang, ibu harus tahu bagaimana menjaga kualitas susu. Percuma jika ibu sudah membelikan susu yang terbaik untuk balita namun susu tersebut terkontaminasi oleh bakteri. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang ibu harus lakukan.

  1. Simpan Di Wadah Yang Tertutup

Jika ibu memilih susu Friso Gold 3, maka ibu tidak perlu repot-repot mencari wadah yang memiliki penutup rapat. Pasalnya, susu untuk balita yang satu ini sudah ditempatkan pada wadah dengan pentutup rapat. Dengan demikian, bakteri tidak bisa masuk dan berkembang di dalam wadah susu.

  1. Tempatkan Di Dalam Lemari

Jangan asal-asalan menempatkan susu. Sebaiknya, ibu menyimpan susu tersebut di dalam lemari yang tertutup. Pastikan susu tidak terkena sengatan sinar matahari secara langsung karena hal ini bisa membuat bakteri berkembang.

Di satu sisi, ibu juga harus pastikan lemari di mana ibu menyimpan susu tidak dalam kondisi yang lembab. Tempat yang lembab disukai oleh bakteri karena di tempat tersebut bakteri berkembang dengan lebih mudah.

  1. Perhatikan Kebersihan Botol

Mungkin ibu sudah menyimpan susu di wadah yang tertutup dan juga sudah menempatkan susu di dalam tempat yang kering. Namun, bakteri tidak hanya berkembang dan mengkontaminasi susu yang masih di dalam wadah lho. Bakteri bisa mengkontaminasi ketika susu disajikan di botol. Mungkin botol yang gunakan untuk membuat susu balita tidak bersih sehingga bakteri masih ada dan akhirnya tertelan ke dalam tubuh si kecil.

Semoga banyak pelajaran yang bisa ibu dapatkan dari penjelasan singkat tersebut di atas. Selanjutnya, ibu harus pastikan lingkungan rumah sehat dan bersih. Pastikan juga ventilasi baik agar udara bisa keluar masuk ke dalam rumah dengan baik. Inilah yang juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Pasalnya, gangguan pencernaan pada anak juga disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih dan kurang sehat.