kubah enamel Putra


Masjid Putra terletak di Putrajaya. Masjid ini merupakan simbolis dan keunggulan di Putrajaya. Masjid ini dinamakan menurut Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj. Konstruksi kubah enamel ini dimulai pada 1997 dan selesai dua tahun kemudian pada 1999. Biaya pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar Rp 250 juta dan biaya pemeliharaan anggaran Rp 100 ribu. Konstruksi masjid ini berkonsepkan 2 konsep yaitu Timur Tengah dan Tradisional Melayu. Masjid ini terletak bersebelahan dengan Perdana Putra, kantor Perdana Menteri Malaysia dan bersebelahan dengan Danau Putrajaya.

Masjid Wilayah Persekutuan
Konstruksi masjid ini direalisasikan pada tahun 1996 dan selesai dibangun pada tahun 2000. Masjid ini terletak di di sebuah daerah perbukitan di Jalan Duta, dekat susur masuk ke pusat kota Kuala Lumpur. Berkonsepkan ‘kubah enamel di Taman’ dan menggunakan konsep tradisi masjid-masjid Usmaniah di Turki. Dapat menampung sebanyak 17.000 orang jemaah pada satu waktu. Luas keseluruhan bangunan adalah sekitar 47.000 meter persegi. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas, masjid ini merupakan masjid yang modern di Malaysia pada masa kini.

Masjid ini juga digelar Masjid Besi dan merupakan masjid resmi kedua Putrajaya setelah kubah enamel Putra. Mulai dibangun pada April 2004 siap sepenuhnya pada Agustus 2009. Masjid Besi tidak memasang kipas ataupun alat penyejuk udara di dalamnya, sebaliknya menggunakan gas pendingin (gas district cooling atau GDC). Ia turut menggunakan Arsitektur Jaringan Kabel (architectual Wire Mesh) atau Anyaman Masyrabiah yang diimpor dari Jerman dan China.

Masjid ini merupakan simbolis dan keunggulan di Putrajaya. Masjid ini dinamakan menurut Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj. Konstruksi kubah enamel ini dimulai pada 1997 dan selesai dua tahun kemudian pada 1999. Biaya pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar Rp 250 juta dan biaya pemeliharaan anggaran Rp 100 ribu. Konstruksi masjid ini berkonsepkan 2 konsep yaitu Timur Tengah dan Tradisional Melayu. Masjid ini terletak bersebelahan dengan Perdana Putra, kantor Perdana Menteri Malaysia dan bersebelahan dengan Danau Putrajaya.
kubah enamel

Masjid ini merupakan masjid yang terbesar di Malaysia, memiliki menara tertinggi kedua di dunia dan peringkat kedua kubah enamel terbesar di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia. Selain itu, masjid ini juga memiliki kubah terbesar di dunia dan berada di ketinggian 300 kaki dari permukaan bumi dengan garis pusatnya 170 kaki. Masjid yang bernilai 18 juta ini, diharapkan tidak memerlukan pemeliharaan selama 200 tahun.

Masjid ini telah dibuka dengan resmi oleh Sultan Ibrahim Ibni Sultan Abu Bakar pada 1900. kubah enamel ini diberi nama Masjid Abu Bakar karena mengambil sempena nama Almarhum Sultan Abu Bakar Daeng Ibrahim yang telah menitahkan pembangunannya sekitar dalam tahun 1892 dengan biaya lebih dari $ 400.000. Masjid ini bisa memuat sekitar 3.000 umat Islam shalat. Bangunannya empat persegi dan banyak dipengaruhi oleh karakteristik pembangun Islam. Masjid ini berbentuk bujur sangkar dengan 4 buah teras yang masing-masing memiliki menara kubah.