Penyebab Kista pada Wanita yang Perlu Anda Waspadai

Seiring bersama pertumbuhan zaman, bisa saja beberapa dari Anda bertanya-tanya, apakah jenis hidup yang sedentari, kurangnya olahraga, polusi udara yang tambah merajalela, serta makanan yang serba instan dan cepat saji berpotensi jadi penyebab kista pada wanita? Dalam dunia medis, kista adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah bentuk berupa kantong yang memuat cairan, udara, nanah, maupun bahan semisolid lainnya. Kista tumbuh di di dalam jaringan organ, dan bisa menyerang bagian tubuh yang mana saja. Ukuran kista terlalu bervariasi, terasa dari terlalu kecil sehingga tidak bisa diamati oleh mata telanjang (mikroskopis), hingga seukuran bola. Kista yang terlalu besar bisa ‘mengambil alih’ organ di dalam sehingga organ yang terkena kista tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya tempat jual hajar jahanam.

 

Kista bukan bagian yang normal dari jaringan tubuh manusia. Kista memiliki batas dinding yang jelas, terpisah dari jaringan normal di sekitarnya. Tidak seperti kanker, kista tidak bisa menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Itu sebabnya mengapa kista, atau yang sering orang awam sebut sebagai tumor jinak, bisa bersama ringan diangkat lewat pembedahan, serta relatif tidak mengancam nyawa penderitanya.

 

Apa Saja Penyebab Kista pada Wanita?

Kista bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti seumpama keadaan genetik, infeksi, kegagalan organ dari janin yang tengah berkembang, rusaknya sel, keadaan peradangan kronis, sumbatan pada kelenjar tubuh yang membuat penumpukan cairan, parasit, serta dampak dari cedera.

 

Pada wanita, terdapat organ-organ yang tidak dimiliki oleh pria seperti payudara dan ovarium, dan sebetulnya tersedia banyak kasus kista yang tumbuh di ke dua organ berikut sehingga penyebab kista pada wanita pun lebih spesifik ke arah sana. Kista biasanya tidak membuat nyeri terkecuali kantong kista berikut pecah dan menginfeksi daerah di sekitarnya (meskipun pada kasus kista payudara, biasanya menimbulkan nyeri dan bisa bersama mengerti diamati lewat pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI).

 

Mengetahui penyebab kista pada wanita terlalu mutlak untuk menaikkan kewaspadaan diri dan sehingga langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan. Kista juga bisa mengecil dan hilang bersama sendirinya. Meskipun demikian, banyak juga kasus kista yang perlu penanganan dari tenaga medis untuk menghilangkannya. Pada kasus kista yang memuat cairan, pemeriksaan lebih lanjut akan ditunaikan terkecuali pada cairan kista yang disedot ditemukan sel-sel kanker.

 

Secara umum, penyebab kista pada wanita adalah infeksi atau penyumbatan kelenjar minyak. Pada kasus kista ovarium, kista bisa timbul seumpama penderita telah memiliki keadaan medis parah spesifik sebelumnya, seumpama endometriosis atau sindrom polikistik ovari. Berikut adalah dua model kista yang sering dialami oleh wanita, yakni kista payudara dan ovarium, serta bisa saja penyebab dari ke dua model kista tersebut.

 

Kista payudara

Kista payudara biasanya tergolong jinak, sehingga bisa dianggap sebagai hal yang tidak berbahaya. Meskipun demikian, kista payudara bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri seumpama ukurannya besar (kista payudara bisa tumbuh bersama berbagai ukuran yang banyak variasi terasa dari 2.5 hingga 5 cm). Kista payudara yang berukuran besar akan menghimpit jaringan payudara yang tersedia di dekatnya. Jaringan yang tertekan inilah yang lantas menimbulkan sensasi nyeri.

 

Penyakit ini bisa menyerang wanita di segala usia, tapi paling banyak kasus kista payudara terjadi pada wanita usia 35 hingga 50 th. yang belum mengalami menopause. Kista bisa terlihat di satu sisi payudara saja, atau bahkan dua-duanya. Biasanya, kista payudara akan mengecil dan menghilang bersama sendirinya ketika seorang wanita mengalami menopause. Meskipun demikian, seumpama dari hasil pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) Anda menemukan bisa saja mengalami kista payudara, terlalu dianjurkan bagi Anda untuk berkonsultasi ke dokter untuk memastikannya.

 

Lantas, apa penyebab kista pada wanita yang tumbuh di payudara tersebut? Sesungguhnya, penyebab tentu dari kista payudara masih belum diketahui. Sama seperti kanker, dimana terdapat banyak sekali bisa saja penyebab yang berupa multifaktorial. Artinya, tidak tersedia satu penyebab tunggal yang berkontribusi pada munculnya kanker. Pada kista pun demikian.

 

Akan tetapi, terdapat bukti penelitian yang tunjukkan bahwa berlebihan estrogen di dalam tubuh bisa menstimulasi jaringan yang tersedia pada payudara, dimana secara tidak langsung hal itu berperan di dalam munculnya kista pada payudara. Selain itu, terdapat pendapat lain dari para ahli yang meyakini bahwa kista payudara bisa terjadi terkecuali saluran susu terhambat. Akibatnya, kelenjar susu dan jaringan kuncir akan melebar dan lantas terisi oleh cairan. Kedua bisa saja penyebab ini menyebutkan mengapa kista payudara paling banyak ditemui pada wanita usia subur.

 

Kista ovarium

Setiap wanita memiliki dua ovarium yang masing-masing terdapat di sebelah kanan dan kiri rahim. Ovarium bertugas menghasilkan sel telur tiap tiap bulan, juga memproduksi hormon estrogen dan progesteron sehingga memegang manfaat yang terlalu besar di dalam proses reproduksi wanita. Adanya kista pada ovarium bisa mengganggu faedah ovarium tersebut.

 

Akibat siklus menstruasi, beberapa besar wanita dulu memiliki kista ovarium. Pada biasanya kista ovarium bisa hilang sendiri setelah beberapa bulan dan tidak menimbulkan tanda-tanda apapun. Akan tetapi, kista ovarium yang berukuran besar bisa menimbulkan beberapa tanda-tanda pada lain menstruasi tidak teratur, nyeri pada tulang panggul, sering membuang air kecil, pencernaan tidak lancar, sering terasa kembung, dan ada masalah membuang air besar. Kista ovarium yang berukuran besar perlu diwaspadai dikarenakan tersedia bisa saja untuk pecah dan menginfeksi daerah di sekitarnya.

 

Penyebab kista pada wanita yang tumbuh di ovarium yang paling sering adalah siklus menstruasi itu sendiri. Dalam ovarium, tersedia banyak sekali kantong-kantong memuat sel telur yang belum matang, yang disebut bersama folikel. Selain memuat calon sel telur, folikel juga memuat cairan yang akan menjaga calon sel telur hingga saatnya masak nanti. Ketika telah matang, folikel akan pecah. Sel telur akan dilepaskan, demikianlah juga bersama cairan yang melindunginya.

 

Akan tetapi, seorang wanita bisa mengalami keadaan dimana folikel tidak melepas sel telur, atau tidak menumpahkan cairan dan berkurang setelah sel telur dilepaskan. Ketika hal ini terjadi, akan terjadi penumpukan cairan di dalam folikel yang membuat ukurannya tambah bertambah besar. Folikel yang memuat cairan inilah yang jadi kista ovarium, yang biasanya bisa menghilang bersama sendirinya setelah beberapa minggu. Ketika folikel telah melepas sel telur, sisa jaringan folikel bisa jadi terisi darah. Hal ini juga bisa membuat munculnya kista ovarium.

 

Selain itu, terdapat keadaan medis lain yang bisa jadi penyebab kista pada wanita yang tumbuh di ovarium, pada lain endometriosis dan sindrom polikistik ovari. Endometriosis adalah keadaan dimana sel endometrium (sel-sel susunan bagian di dalam rahim) jadi tumbuh di luar rahim. Sedangkan sindrom polikistik ovari adalah tumbuhnya kista-kista kecil pada ovarium akibat ketidakseimbangan hormon yang diproduksi oleh ovarium.

 

Hal-hal yang bisa jadi pemicu munculnya kanker juga bisa jadi penyebab kista pada wanita, seperti seumpama konsumsi makanan tinggi lemak jemu dan rendah serat, tidak cukup olahraga, merokok, minum minuman beralkohol, serta seringnya terpapar polusi udara dan zat polutan lainnya. Sehingga, bisa diambil analisis bahwa menekuni pola hidup sehat adalah salah satu usaha yang bisa ditunaikan untuk menghindar munculnya kista. Demikian artikel yang bisa kami sajikan, semoga bermanfaat.